Sabtu, 24 November 2012

pengaruh radiasi hp terhadap otak


 BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
Mulai pada zaman pra sejarah sampai sekarang ini, manusia memenuhi kebutuhannya melalui informasi dengan beragam tingkat teknologinya, mulai dari teknologi sederhana sampai teknologi yang canggih seperti yang banyak kita rasakan manfaatnya saat ini. Jika kita tidak mengikuti perkembangan zaman, maka kita hanya akan tertinggal dari peradaban. Untuk bisa keluar dari ketertinggalan itu maka kita harus mengikuti perkembangan zaman. Zaman tak bisa kita putar balikkan sesuai keinginan kita, tetapi kitalah yang harus berusaha untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berkembang itu.
Di era globalisasi ini pemenuhan kebutuhan manusia semakin bertambah, mulai dari kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier. Bahkan kebutuhan primer ataupun tersier di zaman dulu sudah menjadi kebutuhan primer di zaman sekarang. Salah satunya adalah kebutuhan akan informasi. Tak bisa dipungkiri kebutuhan akan informasi berhubungan erat dengan teknologi.
Perkembangan teknologi yang semakin modern mempengaruhi segala aspek kehidupan kita, baik dari segi kesehatan, sosial, ekonomi, teknologi, politik dan sebagainya. Khusus dalam bahasan ini kami khusus menyoroti bidang kesehatan teknologi. Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat kita harus menjalani kehidupan serba cepat dengan persaingan ketat. Salah satu perkembangan teknologi yang sangat signifikan tampak pada maraknya penggunaan telepon gengam. Dengan kecanggihannya, telepon genggam bukan hanya sebagai alat komunikasi melainkan juga bisa digunakan untuk mengirim data di internet, nonton TV, mendengarkan radio maupun mp3 dan sebagainya.
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa kebutuhan sekunder pada zaman dahulu, kini pada masyarakat modern sudah menjadi sebuah kebutuhan primer. Dewasa ini handphone (HP) atau telepon selular sudah merupakan kebutuhan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan kita, bahkan masuk dalam daftar kebutuhan primer. Dari anak-anak sampai orang yang sudah lanjut usia menggunakan telepon selular setiap harinya. Dengan tidak berlebihan, bisa dikatakan bahwa satu detik saja kita tak memegang atau memakai Handphone maka kita sudah ketinggalan banyak informasi.
Memang di satu sisi teknologi modern, utamanya handphone dalam hal ini telah banyak memberikan dampak positif terhadap pemenuhan kebutuhan kita sebagai manusia, namun sadar atau tidak hal ini juga memberikan dampak negatif terhadap kesehatan.
Kesehatan merupakan faktor utama yang menunjang kelangsungan hidup kita. Ibaratnya rumah, maka kesehatan adalah pondasinya. Bila pondasinya lemah maka runtulah rumah itu, sebaliknya bila pondasinya kuat maka kokohlah rumah tersebut. Oleh karena itu dampak negatif dari penggunaan handphone tak bisa kita pandang sebelah mata. Efek Radiasi handphone ternyata dapat mengakibatkan bahaya kanker dan kesehatan lainnya yang bisa beresiko menimbulkan kematian.
Angka kematian sekarang ini terus meningkat, penyebanya beragam dan salah satu dari sekian banyak penyebab kematian itu adalah penyakit yang ditimbulkan dari efek radiasi elektomagnetik handphone. Jika ini terus dibiarkan dalam jangka panjang, maka dalam waktu singkat banyak manusia yang akan tewas. Hal ini menunjukkan bahwa betapa mahalnya kesehatan itu. Walaupun kita memiliki uang banyak untuk membayar pengobatan ketika kita sakit agar bisa sehat kembali, tak akan biasa membeli kesehatan yang mahal itu.
Untuk itu kita harus menghargai apa yang diberikan sang Maha kuasa yang telah mengkaruniakan segala nikmat-Nya kepada kita. Sebelum kita terlambat menangani masalah kesehatan yang kita hadapi, maka kita harus mencegahnya, seperti pepatah “lebih baik mencegah daripada mengobati”, dan jika kita sudah terlanjur masuk ke dalam masalah itu maka kita harus berusaha mengatasinya.
Berdasarkan hal yang telah dikemukakan di atas, maka kami tim penyusun mengambil judul karya tulis ilmiah ini adalah “Pengaruh Radiasi Elektromagnetik Handphone terhadap Kesehatan”.

1.2  Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas yang menjadi faktor utama  timbulnya gangguan kesehatan manusia di dunia modern ini, salah satuanya adalah radiasi elektromagnetik yang berasal dari handphone. 
1.3  Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan Radiasi elektomagnetik?
2.      Bagaimana pengaruh radiasi elektromagnetik yang di pancarkan oleh HP bagi kesehatan?
3.      Bagaimana cara mengantisipasi pengaruh radiasi elektromagnetik yang di pancarkan oleh HP bagi kesehatan?
1.4  Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang pengaruh radiasi elektromagnetik yang di pancarkan oleh handphone bagi kesehatan.
1.5  Manfaat
Adapun manfaat dari penulisan karya ilmiah ini adalah agar masyarakat dapat mengetahui cara mengantisipasi bahaya yang di timbulkan oleh radiasi elektromagnetik Handphone.
1.6  . Metode penulisan
            Adapun metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kepustakaan, di mana data-data di peroleh dari internet.






BAB II
KAJIAN  PUSTAKA
2.1  Radiasi Elektromagnetik
Radiasi elektromagnetik adalah kombinasi medan listrik dan medan magnet yang berosilasi dan merambat lewat ruang dan membawa energi dari satu tempat ke tempat yang lain. Kedua kombinasi ini lahir buah pemikiran Michael Faraday yang mengatakan bahwa perubahan medan magnet dapat menimbulkan arus listrik, dan di dukung oleh ilmuwan James Clark Maxwell yang berpendapat bahwa perubahan medan magnet dapat menimbulkan medan listrik dan sebaliknya peubahan medan listrik dapat menimbulkan medan magnet.  Pernyataan ini menerangkan terjadinya gelombang elektromagnetik. 
Gelombang elektromagnetik merupakan gelombang yang tidak memerlukan medium untuk perambatannya. Dikatakan di atas bahwa “kombinasi medan listrik dan magnet berosilasi dan merambat lewat ruang”, ruang yang dimaksud dalam hal ini adalah ruang hampa udara. Kecepatan gelombang elektromagnetik di ruang hampa hanya bergantung oleh dua faktor, yaitu permeabilitas magnet dan permitivitas listrik.
Setiap muatan listrik yang memiliki percepatan memancarkan radiasi elektromagnetik. Saat kawat menghantarkan arus bolak-balik, radiasi elektromagnetik dirambatkan pada frekuensi yang sama dengan arus listrik. Bergantung pada situasi, gelombang elektromagnetik dapat bersifat seperti gelombang atau seperti partikel. Hal merupakan sifat dari dualisme gelombang partikel, di mana cahaya dapat bersifat sebagai gelombang dan dapat bersifat sebagai partikel. Sebagai gelombang hal ini tentu tidak luput dari cepat rambat cahaya, frekuensi dan panjang gelombang.
            Sementara itu, dilihat dari segi partikel, radiasi memiliki arti umum berupa pemancaran atau penyinaran. Secara sfesifik radiasi adalah penyebaran partikel-partikel elementer dan energi radiasi dari suatu sumber radiasi ke suatu medium sekitarnya. Energi radiasi dapat mengeluarkan elektron dari inti atom dan sisa atom menjadi bermuatan positif dan di sebut ion positif. Elektron yang di keluarkan dari inti atom dapat tinggal bebas atau mengikat atom netral lainnya dan membentuk ion negatif. Proses ini disebut proses ionisasi.
2.2 Radiasi Handphone 
Handphone atau telpon selurer merupakan alat komunikasi jarak jauh yang menggunankan prinsip pengiriman informasi melalui gelombang elektromagnetik. Pada handphone terdapat transmitter yang mengubah suara menjadi gelombang sinusoidal kontinu yang kemudian dipancarkan keluar melalui antenna dan gelombang ini berfluktuasi melalui udara. Gelombang RF (radio frequency) inilah yang menimbulkan radiasi elektromagnetik.  Pancaran sinyal dari emiter ponsel selalu mengikuti kaidah pancaran radiasi gelombang elektromagnetik. Maka dari itu pengelompokan sprektrum gelombang elektromagnetik didasarkan pada dua hal yaitu panjang gelombangya dan besar frekuensinya.
 Mengenai spektrum gelombang elektromagnetik berdasarkan panjang gelombangnya atau frekuensinya dapat dilihat pada Tabel di bawah ini:
No.
Jenis gelombang elektromagnetik
Panjang gelombang (m)
Frekuensi (Hertz)
1.




2.

3
4.
5.
6.
7.
Gelombang radio:
a. Radio gelombang panjang
b. Radio gelombang pendek
c. Komunikasi bands.
d. Televisi
Gelombang Mikro:
Radar
Infra merah
Cahaya tampak
Ultra ungu
Sinar - X
Sinar gamma
109 - 10-3
109 - 103
103 - 10
105 - 10-3
10 - 10-1
10 - 10-5
10 - 10-3
10-3 - 10-6
10-6 - 10-7
10-7 - 10-10
10-8 - 10-12
10-10 - 10-16
1 - 1011
1 - 105
105 - 107
103 - 1011
107 - 109
107 - 1013
108 - 1011
1011 - 1014
1014 - 1015
1015 - 1019
1016 - 1021
1018 - 1025

Berdasarkan tabel tersebut di atas, tampak bahwa pancaran gelombang elektromagnetik dari ponsel dengan frekuensi antara 900 - 1800 MHz telah memasuki daerah gelombang mikro seperti halnya radar. Bila dilihat energinya, maka pancaran gelombang elektromagnetik dari ponsel akan menghasilkan energi yang mengikuti persamaan berikut ini:
E =
E =

dimana:
E  = energi kuantum yang dihasilkan (Joule)
h  = konstanta planck (6,62
10-34 Joule detik)
λ= panjang gelombang  (meter)
f = frekuensi cahaya (Hertz)
c = kecepatan cahaya (3 108 meter/sekon)
Jika  panjang gelombang yang dipancarkan oleh ponsel  diambil 10-4 meter, maka energi elektromagnetik yang akan dihasilkan dapat dihitung sebagai berikut.
E =  =  = 19,86  10-22 Joule
2.3  Dampak Radiasi Handphone pada Otak
            Radiasi elektromagnetik terdiri dari gelombang elektrik dan energi magnetik dengan kecepatan cahaya. Semua energi elektromagnetik jatuh pada spectrum elektromagnetik, yang rangenya dari radiasi ELF(extremly low frequency) sampai sinar X dan sinar Gamma. Ketika orang menelpon, HPnya diletakkan dekat kepala. Pada posisi ini, peluang radiasi dari HP diserap oleh jaringan tubuh sangat besar. Pada handphone terdapat transmitter yang mengubah suara menjadi gelombang sinusoidal kontinu yang kemudian dipancarkan keluar melalui antenna dan gelombang ini berfluktuasi melalui udara. Gelombang RF (radio frequency) inilah yang menimbulkan radiasi elektromagnetik.

            Radiasi gelombang elektromagnetik yang memancar dari handphone menurut riset di berbagai negara telah menyebabkan dampak yang serius terhadap kesehatan, lebih-lebih terhadap anak-anak yang tulang tengkoraknya masih tipis. Khawatir atas ketidakpedulian masyarakat dan industri handphone, pada tahun 1998 sebanyak 17 ilmuwan independen terkemuka menandatangani resolusi yang dikenal dengan 1998 Vienna Resolution yang menyepakati tentang dampak-dampak negatif radiasi dari handphone dan stasiun pemancarnya terhadap kesehatan.

            Dr. Eka Putra Setiawan dari bagian Divisi Otologi RS SANGLAH mengatakan meskipun HP dapat mempermudah komunikasi, namun banyak efek samping dari penggunaan yang salah. Hal ini berkaitan dengan volume suara dan jarak dengar. Semakin HP ditempelkan ke telinga, maka semakin melekat mengenai liang telinga, “efeknya semakin besar yang menyebabkan terjadi peningkatan bunyi dan resonasi,” ujarnya.
            Radiasi handphone memancarkan 215 kali perdetik masuk ke sel-sel otak mengenai DNA dalam sel. Pancaran sinyal dari emiter ponsel selalu mengikuti kaidah pancaran radiasi gelombang elektromagnetik. Radiasi yang lemah yang berasal dari handphone, bila diarahkan pada suatu sasaran dalam jangka waktu lama dan berulang-ulang setara dengan paparan bahan kimia berdosis tinggi, sebaiknya kita harus  berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan handphone. Apalagi bila digunakan pada usia anak-anak angat rentan dengan dampak dari radiasi ini, karena otak mereka yang masih muda sangat sensitif terhadap radiasi HP jika terpapar dalam waktu yang cukup lama. Terlebih lagi bayi, jauh lebih sensitif bahkan beberapa diantara mereka tidak bisa menahannya. 
            Sebaiknya, anak hanya diperkenalkan pada suara, warna, atau bentuk barang elektronik tersebut. Sebab gelombang elektromagnetik yang terpancar dari barang elektronik seperti handphone tersebut tidak baik bagi anak. ’’Anak berisiko mengalami gangguan proses perkembangan otak, terutama pada proses kelistrikannya,’’ antarsel otak terhubung secara kelistrikan. Jika terkena gelombang elektromagnetik, hubungan listrik antarsel bisa terganggu. Hal tersebut sama dengan saat kita naik pesawat terbang. Selama pesawat landing, terbang, dan mendarat, penumpang diminta untu8  k mematikan segala barang elektronik. Sebab, pancaran gelombang elektromagnetik dari gadget tersebut bisa mengganggu navigasi. Jenis gangguannya memang tidak spesifik. Tapi, pasti mengganggu, terutama bila terpapar tiap hari dalam kurun waktu lama. Bahkan, sekalipun tak memegang gadget, anak tetap terkena dampak bila berada di sekitar barang elektronik yang memancarkan gelombang elektromagnetik. Efek yang ditimbulkan dari gelombang ini adalah sulit tidur, pusing, telinga mendenging dan daya tahan tubuh menurun.
            Ketika kita menggunakan telepon genggam, 70-80 persen energi radiasi yang dipancarkan dari antena telepon itu diserap oleh kepala. Bahkan, beberapa penelitian meunjukkan, potensi dampak negatif dari penyerapan radiasi jangka panjang yang dipancarkan oleh telepon genggam. Sayangnya, hanya sedikit penelitian yang memfokuskan pada anak-anak.
            Badan Penelitian Kanker Internasional (IARC) di bawah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), belum lama ini mengumumkan bahwa radiasi telepon seluler (ponsel) dapat menyebabkan peningkatan risiko glioma, yakni sejenis kanker otak ganas yang berhubungan dengan penggunaan telepon nirkabel.
            Penelitian tersebut juga mengidentifikasikan hubungan antara penggunaan ponsel dan tumor kelenjar ludah, termasuk neuroma akustik, sejenis tumor saraf yang menghubungkan telinga ke otak. Setelah memeriksa sejumlah bukti pada penggunaan ponsel, pada 7 Juni 2011 IARC mengumumkan bahwa sinyal ponsel mulai sekarang diklasifikasikan berpotensi karsinogenik.
            Menurut sebuah studi terbaru, lebih dari empat miliar orang memiliki ponsel dan setengah di antaranya merupakan pengguna di bawah usia 20 tahun. Penggunaan ponsel jangka panjang secara signifikan menyebabkan peningkatan risiko tumor otak. Dan orang-orang yang mulai menggunakan ponsel saat remaja, memiliki risiko empat sampai lima kali lebih besar mengembangkan tumor otak ganas.
            Radiasi ponsel diduga kuat juga dapat mempengaruhi kualitas tidur. Sebuah penelitian yang didanai perusahaan-perusahaan ponsel, belum lama ini, mengindikasikan bahwa radiasi dari handset dapat menimbulkan sejumlah gangguan seperti insomnia, sakit kepala dan pusing pusing. Radiasi juga dapat menurunkan durasi tidur lelap sehingga mengganggu. kemampuan tubuh untuk memulihkan diri.
            Indikasi terbaru akan pengaruh buruk ponsel ini terungkap melalui hasil penelitian yang melibatkan sekitar 500 orang Israel yang mengidap kanker. Dalam penelitian di Israel tersebut, data penggunaan ponsel para partisipan dianalisa dan dibandingkan dengan 1.300 pemeriksaan kesehatan. Dari hasil analisa, partisipan yang biasa memakai ponsel dengan menempelkannya di satu sisi kepala selama beberapa jam tercatat 50 persen berisiko lebih besar mengidap kanker kelenjar ludah. Riset mengenai pengaruh ponsel ini dipublikasikan dalam The American Journal of Epidemiology.
            Menurut penelitian di Tel Aviv University, penelitian-penelitian tersebut cenderung selalu terfokus pada tumor otak, dan seringkali tidak mengujinya untuk penggunaan jangka panjang. Kanker kelenjar ludah adalah jenis penyakit dengan prevalensi sangat rendah. Inggris misalnya, dari 230.000 kasus kanker yang ditemukan setiap tahunnya, hanya 550 kasus yang berhubungan dengan jenis yang satu ini.
            Ada beberapa hasil penelitian (taken from “ELECTRICAL SENSITIVITY”nya Prof. Dr.dr.anies, M.Kes,PKK ) yaitu sebagai berikut:
a.       Penelitian di Finlandia, radiasi elektromagnetik telepon seluler selama 1 jam mempengaruhi produksi protein pada sel. Meskipun tdk harus membahayakan kesehatan, tetapi jika terjadi pada sel otak dapat berakibat fatal.
b.      Laporan dari European Journal of Cancer Prevention Augst 02 menyatakan penggunaan handphone lebih rentan bagi timbulnya kanker orak daripada tidak pernah menggunakannya sama sekali.
c.       ICNIRP (International Comission on Non Ionizing Radiation Protection) dan FCC (Federal Communication Commision) menyatakan telepon seluler aman, meskipun wajib bagi produsen mencantumkan tingkat pajanan radiasi SAR (Spesific Absorption Rate) pada buku manualnya.
d.      Meskipun emisi telepon seluler sangat kecil, apabia berada di dekat kepala selama beberapa menit dpt menaikan suhu di sel-sel otak sekitar 0,1 derajat C.
2.4  Pencegahan Pengaruh Radiasi Handphone terhadap Otak
            Dari uraian di atas telah banyak dipaparakan mengenai bahaya radiasi terhadap otak. Otak merupakan komponen utama yang mengontrol segala aktivitas yang kita, jika ia rusak maka rusaklah seluruh jaringan tubuh kita. Bila hal itu terjadi maka kita jugalah yang akan menerima resikonya. Untuk itu sebagai makhluk Tuhan yang diberikan karunia yang luar biasa istimewa dari makhluk lainnya yakni otak, maka sebagai rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada sang Pencipta, hendaklah kita menjaga dan merawat dengan sebaik-baiknya otak yang kita miliki ini.
            Berikut ini adalah beberapa cara pencegahan penyakit pada otak yang diakibatkan oleh pengaruh radiasi handphone yang dikemukakan oleh dokter dari University of Pittsburgh Cancer Institute, Dr Ronald B Herberman, dari sebuah arikel Is Dariyanto yang dipublikasikan pada November 2009. Dalam artikel Is Dariyanto, dokter tersebut memberikan 10 cara untuk menjauhkan otak Anda yang berharga dari bahaya kanker dan ancaman kesehatan lainnya akibat ponsel.
1. Menghindari Anak Kecil menggunakan ponsel
            Organ yang berkembang pada janin atau anak sensitif terhadap efek gelombang elektromagnetik. Maka dari itu untuk ibu hamil sebaiknya sebisa mungkin menggunakan telepon rumah biasa. Hal ini untuk mencegah efek negatif dari penggunaan hanphone.
 Selain itu sebisa mungkin menghindarkan anak dari menggunakan ponsel secara berlebihan. Tentu saja hal ini tidak berlaku dalam kondisi darurat. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir efek radiasi ponsel terhadap otak anak, karena masa anak-anak adalah masa pertumbuhan maka kita harus memperhatikan segala aspek yang mempengaruhi pertumbuhannya itu, tidak hanya asupan gizi maupun nutrisi, tetapi juga lingkungannya yang sekarang ini sudah serba modern. Mungkin saja pengaruh lambatnya respon anak terhadap sesuatu karena otaknya yang telah dipengaruhi oleh radiasi handphone.  Hal ini tidak mungkin terjadi jika orang tuanya tidak lalai dalam menaruh barang-barang yang beradiasi elektromagnetik di tempat yang aman.


2. Menjauhkan Ponsel dari Kepala ketika Menggunakannya
            Saat menelpon pasti bagian tubuh yang terkontak langsung atau berada dekat dengan handphone secara otomatis adalah kepala, sadar atau tidak itulah yang sering terjadi. Hal inilah yang sangat berpeluang menimbulkan radiasi ponsel masuk ke dalam saraf otak kita. Tanpa kita sadari bahwa  amplitudo dari gelombang elektromagnetik radiasi ponsel seperempat kekuatan pada jarak dua inci dan 50 kali lebih rendah pada jarak tiga kaki. Karena itu sebaiknya kita harus mengusahakan  selalu menggunakan speaker phone atau wireless bluetooth headset yang memiliki sekitar 1/100 emisi elektromagnetik dari ponsel biasa. 
3. Menghindari  Penggunaan Ponsel di Tempat Umum
            Tanpa kita sadari sebenarnya kita bisa menulari orang lain secara pasif dengan gelombang elektromagnetik. Kedengarannya sangat remeh, seperti kasus perokok pasif. Namun di Indonesia sendiri jika larangan merokok di tempat umum saja masih sulit untuk dipatuhi, bagaimana mengharapkan kesadaran orang-orang tentang pemakaian hanphone di tempat umum. Tentu lebih mustahil lagi untuk diterapkan. Jadi sebisa mungkin jangan terus-menerus berdekatan dengan orang yang sedang asik berhandphoneria atau bertelepon seluler ria. Memang penyakit yang ditimbulkan oleh radiasi hanphone bukanlah penyakit menular, tetapi proses yang mengakibatkan penyakit itulah yang bisa menulari kita, seperti yang telah dikemukakan sebelumnya.
4. Menghindari Membawa Ponsel di Badan Setiap Saat
            Hal yang tak kalah penting yang harus kita lakukan adalah menjauhkan ponsel saat tidur pada malam hari. Bagi yang biasa tidur dengan ponsel di bawah bantal atau di meja tempat tidur sebaiknya mengubah kebiasaan yang merugikan itu mulai sekarang. Karena posisi ponsel pada saat itu akan sangat memnugkinkan besarnya peluang radiasi elektromagnetik menembus tulang tengkorak dan masuk kedalam saraf otak yang bisa mempengaruhi seluruh jaringan tubuh. Sebaiknya kita menyalakan mode “offline” yang menghentikan penerimaan elektromagnetik.
5. Menghadapkan Bagian Keyboard ke Tubuh Saat Mengantungi Ponsel
            Hal ini mungkin kedengaran sepele dan terlalu diungkit berulang-ulang, tetapi tidak ada  salahnya untuk dicoba. Hal kecil dan penting yang harus kita lakukan saat mengantungi hanphone adalah memastikan bagian belakang ponsel menghadap keluar agar gelombang elektromagnetik dijauhkan dari tubuh. Memang bagian tubuh yang dekat dengan kantung bukan kepala, melainkan anggota tubuh lain seperti jantung, pantat dan pinggul.  Namun riset baru-baru ini dalam sebuah artikel yang dikemukakan oleh Peter (http://antiradiasi.net/penelitian-tentang-bahaya-penggunaanhandphone), menunjukkan bahwa radiasi ponsel dapat menyebabkan kebocoran hemoglobin (pembawa oksigen keseluruh tubuh) dari sel darah merah. Jika hal ini terjadi maka suplay oksigen ke otak akan berkurang dan mempengaruhi system kerja otak.
6.  Mengurangi Kontak percakapan yang Tidak Penting
            Mengusahakan untuk menggunakan telepon seluler seperlunya.  Hal yang perlu dihindari adalah Jangan tergiur oleh iklan-iklan dari operator telepon selular yang berkali-kali menekankan Anda untuk menggunakan fasilitas jasa layanan telepon selular yang menawarkan pemakaian yang murah untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Hati-hati! Efek biologis dari penggunaaan ponsel dapat terjadi pada percakapan yang berlangsung lama. Apabila percakapan lebih lama dari beberapa menit, usahakan untuk menggunakan telepon biasa.
7. Menukar Sisi Ponsel Secara rutin untuk Menghindari Eksposur
            Sebelum menempelkan ponsel atau handphone (HP) Anda ke telinga, tunggu sampai lawan bicara mengangkat telepon. Tindakan ini membatasi kekuatan gelombang elektromagnetik ketika dekat telinga dan durasi eksposur.


8. Menghindari Pemakaian Telepon Saat Sinyal Lemah
            Megusahakan  untuk menghindari pemakaian telepon selular saat bergerak dengan kecepatan tinggi, seperti di dalam mobil atau kereta. Kondisi ini secara otomatis akan menaikkan kekuatan hingga maksimum karena ponsel secara berulangkali berusaha menghubungkan ke relay antena yang baru.
9. Lebih baik melakukan SMS dari pada Menelpon
            Berkomunikasi lewat pesan teks dianggap lebih aman dibandingkan dengan menelepon via handphone  atau telepon selular. Tindakan ini membatasi durasi eksposur dan kedekatan dengan tubuh.  Bagi segelintir orang menelpon itu lebih praktis dan menghemat waktu ketimbang melakukan SMS. Tetapi, siapa sangka kegiatan chatting dan SMS lewat handphone atau telepon selular ternyata bermanfaat untuk kesehatan bila dibandingkan dengan menelpon yang bisa menimbulkan radiasi panas pada telinga dan radiasi elektromagnetik pada otak.
10. Memilih Handset dengan SAR Terendah
            Mungkin ada beberapa orang belum mengetahui apakah SAR itu. Bagi Anda yang belum pernah mendengarnya, SAR (Specific Absorption Rate) merupakan ukuran kekuatan gelombang magnetik yang dapat diserap tubuh. Informasi rating SAR pada ponsel atau handphone  tersedia dengan mencari “SAR ratings cell phones” di internet, biasanya berbeda untuk tiap pabriknya.
Beberapa cara pencegahan yang telah diuraikan di atas mungkin kedengaranya sepele dan kurang penting. Tapi justru dari hal-hal seperti inilah segala resiko yang bakal terjadi bisa dihindarkan. Untuk itu kita sebaiknya jangan memandang remeh hal-hal yang kecil, karena bisa saja hal kecil bisa mempengaruhi hal yang besar.


BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
            Dari  uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengaruh radiasi elektromagnetik dari handphone bisa berakibat fatal pada otak. Hal ini dapat ditimbulkan dari kelalaian kita sebagai pengguna handpone dan kurang memperhatikan prosedur pemakaian handphone yang baik dan benar.
3.2  Saran
Sebaiknya dalam penggunaan handphone, kita harus memperhatikan prosedur penggunaanya yang baik dan benar, sehingga tidak mengganggu kesehatan.











DAFTAR PUSTAKA
Wikipedia-Ensiklopedia. Radiasi Elektromagnetik, http://id.wikipedia.org/wiki/Radiasi_elektromagnetik/ (akses 18 Februari 2012) 
Elekrto-Indonesia. http://www.elektroindonesia.com/elektro/ut32.html/(akses 18 Februari 2012) 
Austhmedia. Efek radiasi handphone  bagi kesehatan. http://ausathmedia.wordpress.com/2011/06/07/efek-radiasi-hp-bagi-kesehatan /(akses 15 Februari 2012).
Isdariyanto blog. http://blog.isdaryanto.com/tips-aman-menggunakan-handphone/(akses 15 Februari 2012).
Super Ampuh. Dampak Negatif Handphone. http://Www.Superampuh.Com/2011/11/Dampak-Negatif-Handphone.Html/(akses 15 Februari 2012).


DAFTAR ISI

Kata Pengantar.................................................................................. i
Daftar Isi.........................................................................................    ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang....................................................................    1
1.2. Identifikasi Masal................................................................    2
1.3. Rumusan Masalah...............................................................    2
1.4. Tujuan..................................................................................    3
1.5. Manfaat...............................................................................    3
1.6. Metode Penelitian...............................................................    3
BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1. Radiasi Elektromagnetik.......................................................    4
2.2. Radiasi Handpone................................................................    5
2.3. Dampak Radiasi Handpone Pada Otak................................    6
2.4. Pencegahan Pengaruh Radiasi Handphone Terhadap Otak.    10
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan..............................................................................    14
3.2. Saran........................................................................................    14
DAFTAR PUSTAKA